"Kementerian Keuangan bersama dengan Dirjen Pajak melakukan yang kita sebut sebagai sensus perpajakan nasional," ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo kepada wartawan di gedung DPR, Kamis (30/7).cekidooot...
Pemerintah gelar sensus perpajakan nasional JAKARTA. Untuk menggenjot penerimaan negara dari sektor perpajakan, pemerintah bakal menggelar sensus pajak alias mendata semua wajib pajak potensial. Hajatan ini akan mulai dilakukan pada kuartal ketiga tahun ini atau sekitar September.
"Kementerian Keuangan bersama dengan Dirjen Pajak melakukan yang kita sebut sebagai sensus perpajakan nasional," ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo kepada wartawan di gedung DPR, Kamis (30/7).
Dalam sensus perpajakan ini, lanjutnya, akan dilakukan kombinasi antara pendalaman dan penyisiran potensi-potensi pajak yang ada di seluruh Indonesia. Program ini bersifat nasional dan dilakukan untuk memperluas data base perpajakan.
Saat ini, kata Agus, jumlah SPT di Indonesia 9 juta atau mengalami peningkatan. "Tetapi jumlah 9 juta SPT itu dibandingkan dengan potensi Indonesia sangat kecil sekali," ujarnya.
Dirjen Pajak kata dia akan mengerahkan seluruh Kantor Pelayanan Pajak yang saat ini berjumlah 300 untuk melakukan penyisiran wajib pajak, baik itu di daerah Industri maupun pemukiman, shopping centre, perkantoran, apartemen, dan sentra-sentra ekonomi.
Kemenkeu & BPS akan gelar sensus pajak JAKARTA : Kementerian Keuangan bersama Badan Pusat statistik akan melaksanakan program Sensus Perpajakan Nasional (SPN) mulai kuartal III/2011 di seluruh Indonesia.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya-upaya terobosan guna memperluas basis pajak dan memaksimalkan penerimaan negara dari sektor perpajakan.
Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menuturkan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah terobosan untuk menggenjot penerimaan perpajakan pada tahun ini dan ke depannya. Langkah terobosan yang dimaksud dilakukan mulai dari perencanaan peningkatan perpajakan, penegakan hokum di bidang pajak, pencegahan terjadinya deviasi penerimaan perpajakan, sampai pada program ekstensifikasi perpajakan.
“Di program ekstensifikasi yang akan kami lakukan, yang saya bisa sampaikan pada media adalah, Kemenkeu bersama Ditjen Pajak akan melakukan yang disebut sebagai Sensus Perpajakan Nasional (SPN). Sensus perpajaan itu akan dilakukan pada kuartal III/2011 dan itu bekerja sama dengan lembaga sensus, BPS,” ujar dia usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR sore ini.
Menurutnya, berdasarkan hasil SPN nantinya, pemerintah akan melakukan kombinasi kebijakan, a.l. pendalaman sekaligus penyisiran dari pada potensi-potensi perpajakan yang belum tergali di seluruh Indonesia.
.............
Dirjen: Jangan Khawatir Disensus, Pegawai Pajak Tak Akan Memeras Jakarta - Dirjen Pajak Fuad Rahmany meminta masyarakat sebagai wajib pajak tak usah resah dengan rencana sensus pajak. Para aparat pajak yang akan melakukan sensus dijamin tidak akan melakukan pemerasan.
"Jangan khawatir sekarang nggak ada lagi pemerasan oleh aparat pajak. Yang penting masyarakat harus bisa membedakan antara oknum dan pegawai pajak," kata Fuad kepada detikFinance, Rabu (6/7/2011).
Fuad sebelumnya mengatakan sensus pajak akan dilakukan untuk wajib pajak individu dan badan. Namun untuk tahap pertama, aparat pajak bakal menyambangi wajib pajak badan.
"Tujuannya untuk membuat semakin banyak wajib pajak yang bayar pajak karena kita selama ini masih banyak sekali masyarakat Indonesia yang tidak bayar pajak," tuturnya.
Fuad mengatakan, aparat pajak juga akan mendatangi toko-toko dan mempertanyakan apakah toko tersebut sudah taat pajak. Jadi tujuan akhirnya adalah agar seluruh wajib pajak melakukan kewajibannya menyerahkan SPT.
"Kita punya data-data dan kita meminta untuk meningkatkan kepatuhannya. Jadi sensus pada dasarnya akan ditindaklanjuti dengan mengimbau wajib pajak untuk meningkatkan kepatuhan mereka dalam membayar pajak," katanya.
Nanti dalam sensus ini, para aparat pajak tak hanya melakukan imbauan terhadap wajib pajak yang belum patuh, tapi juga melakukan penyuluhan sehingga para wajib pajak mengerti kewajibannya.
Dia berjanji aparatnya yang melakukan sensus tak akan melakukan pemerasan terhadap wajib pajak yang belum membayarkan pajaknya dengan benar.
"Pegawai pajak yang beneran tidak akan melakukan pemerasan," katanya
Siap gak siap harus siap ya gan
"JANGAN ADA MAFIA DIANTARA KITA"
Wednesday, July 6, 2011
Seputar Rencana Pemerintah Adakan SENSUS PAJAK
Posted by Adj Or at Wednesday, July 06, 2011 0 comments
Labels: Hot Thread Kaskus
Kenali Tanda dan Gejala Penyakit AIDS
AIDS adlh suatu kumpulan gejala yg disebabkn oleh infeksi HIV(Human Immunodeficiency Virus) yg menyebabkan hilangnya kekebalan tubuh sehingga penderita mudah terjangkit penyakit infeksi.
Dan pda kenyataanny ditemukn bhw yg menyebabkn penderita AIDS meninggal adlh krn penyakit infeksi oportunistik dan bkn oleh karena infeksi HIV itu sendiri.cekidooot...
GEJALA DAN TANDA
Perjalanan klinik infeksi HIV terbagi atas 3 tahap yaitu,tahap akut yg berlangsung selama 3-12 minggu,tahap laten/kronik yg berlangsung antara tahun I hingga ke VII,dan tahap krisis yg trjd pda tahun ke delapan hingga ke sebelas. Seseorang dikatakn tlh menderita AIDS apabila menunjukkan tes HIV positif dgn pemeriksaan yg sesuai dan sekurang-kurangny didapatkn 2 gejala mayor dan 1 gejala minor,dan gejala2 ini bkn disebabkn oleh keadaan lain yg berkaitn dgn infeksi HIV
Code:
Gejala mayor :
* Berat badan menurun lbh dari 10% dalam 1 bulan
* Diare berkepanjangan yg berlangsung lbh dari 1 bulan
* Demam berkepanjangan lbh dari 1 bulan
* Penurunan kesadaran &gangguan neurologis (saraf)
* Demensia (penurunan ingatan/memori) /HIV ensefalopati
Gejala minor :
* Batuk menetap lbh dri 1 bulan
* Dermatitis generalisata yg gatal
* Adany penyakit herpes zoster dibeberapa tmpt dan / berulang
* Kandidiasis orofaringeal – Penyakit jamur pda rongga mulut & kerongkongan
* Limfadenopati generalisata – Pembesaran di smua kelenjar limfe
* Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
TATA LAKSANA
Terapi yg diberikan pda penderita AIDS adlh terapi kausal (Penyebab), terapi suportif utk meningkatkan keadaan umum pasien,&terapi utk infeksi oportunistik.Sebagai terapi kausal diberikan antiretroviral (ARV).Indikasi pemberian ARV adlh adany bukti infeksi HIV dengan gejala/infeksi HIV dgn pemeriksaan CD4 (salah satu sistem kekebalan tubuh) dbawah 200/mL. Jka pemeriksaan CD4 tdk dpt dilakukn, dpt digunakn pemeriksaan limfosit total. CD4 200/mL kurang lbh setara dgn limfosit total 1200sel/dL.ARV diberikn dgn cara kombinasi,hal ini brdasar ats bukti klinis yg menunjukkn bhw inisiasi terapi menggunakan kombinasi dua / lebih ARV memberikan hasil yg optimal. Selama pemberian ARV,dilakukn pemantauan secara klinis & laboratorium. Pemantauan laboratorium yg dilakukn adlh pemeriksaan hemoglobin (Hb), SGOT,SGPT,bilirubin, CD4,serta viral load.Terapi yg berhasil akn perbaikan gejala klinis,peningkatan CD4&viral load.Terapi yg efektif akan menunjukkan penurunan viral load setelah terapi selama 3-4 minggu.Dan bberapa penelitian menyatakan bhw dlm 6 bln terapi sekitar 80% dri penderita AIDS yg menggunakan ARV scr teratur dpt mncapai keadaan undetectable.
PEMERIKSAAN TAMBAHAN
Utk mengetahui apakh seseorang tlh terinfeksi HIV, dpt dilakukan bberapa pemeriksaan laboratorium.Pemeriksaan yg saat ini sring digunakn adlh tes antibodi,tes ini mudah dilaksanakan & biayanya murah. Bila pada tes antibodi ditemukan hasil yg positif,maka pemeriksaan hrs diulang & bila masih positif dilakukan tes konfirmasi dgn tes Western Blot. Bila Western Blot tidak tersedia,maka hasil dinyatakan positif bila tes antibodi menunjukkan tiga kali hasil yang positif.Sebaliknya,hasil yang negatif dpt berarti seseorang tdk terinfeksi HIV / masih berada dalam periode jendela.
Posted by Adj Or at Wednesday, July 06, 2011 0 comments
Labels: Hot Thread Kaskus


