BLOGGER FANS JUSTIN AND BIEBER »
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Wednesday, January 27, 2010

Gadis Kecil Yang Menggemparkan Dunia Lewat Blog

Internet Marketing memang dunia yang baru untuk anda, akan tetapi dunia ini akan sangat cerah sekali di masa yang akan datang. Berusahalah dan belajarlah dari sumber-sumber yang benar. Berikut saya tampilkan cerita seorang gadis umur 13 tahun yang menggemparkan dunia.

Gadis itu adalah Tavi Gevinson. Sekilas Tavi Gevinson (13) seperti anak biasa saja. Di lingkungannya, sebuah kawasan sepi ibarat Chicago dia bahkan sama sekali tidak terkenal. Tavi memang merahasiakan rumahnya. Setiap diwawancara dia minta agar alamatnya dirahasiakan. “Di sini aku populer banget,” canda ABG itu,

“Ah nggak kok, orang-orang sekitar sini nggak tahu siapa aku. Serius.”

Penampilan Tavi biasa saja. Agak ceking, tinggi 136 cm, berkacamata. Yang beda: Dia fashionable.
Bungsu dari tiga perempuan bersaudara ini juga punya prestasi luar biasa. Saat ini, dialah blogger fashion yang paling menarik di dunia. Dan juga paling kontroversial.

Sejak Usia 11

Tavi mulai ngeblog di usia 11. Seperti cerita film saja, ngeblog jadi semacam proyek rahasianya. Siang sekolah, malam ngeblog di kamar tidur. Orangtuanya sendiri tidak tahu kalau Tavi ngeblog.
Tavi memotret bagian-bagian majalah fashion dan mengomentarinya dengan gaya ceplas-celpos, kadang pedas. Meski begitu, gaya bahasanya terkesan profesional dan matang.
Dia juga rajin meng-upload foto-foto dirinya yang mengenakan busana kreasinya. Tidak harus mahal. Putri seorang guru Bahasa Inggris di sebuah SMA itu memanfaatkan kreativitasnya dalam memadu-padan.
Bagaimana dia bisa tertarik menjadi blogger? Awalnya karena bosan. Tavi dibesarkan di kawasan yang tidak terlalu mengikuti mode.

Fashion di sekelilinginya terasa membosankan, apalagi sekolahnya memberlakukan aturan ketat dalam berpakaian.

Selain main bersama teman-teman, Tavi tidak punya banyak kegiatan istimewa. Di area sekitar tempat tinggalnya juga hanya sedikit tempat yang menarik hatinya. “Karena itu internet jadi sangat penting. Jadi anak kelas 6 SD itu membosankan,” ceritanya. Dengan internet dia dapat banyak info musik, mode, dan sebagainya. Ide membuat blog Style Rookie datang di kelas enam. Kakak perempuan temannya membuat blog tentang fashion, maka tertariklah Tavi untuk membuat blog semacam itu. Tavi bertambah tertarik berkat majalah Seventeen dan acara teve America’s Next Top Model.

Meluncurlah blognya, Style Rookie (tavi-thenewgirlintown.blogspot.com) untuk kali pertama pada Maret 2008. Blog itu berisi kritik-kritik Tavi untuk dunia fashion, plus foto-foto dirinya dalam aneka busana.
Napas blognya adalah tidak ada aturan, tidak ada batasan, tidak ada keharusan menyenangkan siapapun’. Jadi, suka-suka dia, namun dengan kecerdasannya blog itu jadi unik dan berseni.

Tavi sebenarnya tidak suka menulis. “Sebelum ngeblog, aku nggak suka nulis. Soalnya di sekolah aku nggak boleh menulis sesuka hati. Tapi dengan blog ini, rasanya pikiranku seperti menulis begitu saja di komputer,” katanya.

Melejit

Dalam tempo beberapa bulan, Tavi berhasil menarik perhatian publik. Proyek rahasia ini pun tak bisa lagi dia sembunyikan dari orangtuanya.

Mereka tahu putrinya ngeblog setelah menerima permintaan wawancara dari The New York Times. Tidak terlukiskan kekagetan kedua orangtua Tavi. Mereka pun mendukung Tavi sepenuhnya.
Sang ayah menemani Tavi ke New York(dan selanjutnya di dunia fashion). The New York Times memasukkan nama Tavi daftar blogger dunia di artikel mereka. Dan selang beberapa bulan, majalah TeenVogue pun mewawancarainya.

Tavi dapat pengakuan luar biasa berkat dan media itu. Lihat saja komentar TeenVogue: “Dengan pengamatannya yang mati-matian pada dunia fashion, dan selera fashionnya yang berani dan bisa bikin malu para fashionistas. Anak ajaib yang suka bicara lantang ini patut diperhatikan.”

Sejak itu pengunjung Style Rookie meningkat, dari sekitar 2 ribu menjadi sekitar 29 ribu per hari. Popularitas Tavi melambung. Desainer-desainer dan editor majalah pun mendekatinya.
Yang mengejutkan, majalah Harper’s Bazaar membuat kolom khusus untuknya. Sehingga Tavi menjadi penulis termuda di majalah tersebut.

Kenapa Bazaar seberani itu?

“Pembaca Bazaar pasti berharap sesuatu yang beda. Saat saya bertemu Tavi di pergelaran busana Marc Jacobs pada September lalu, saya tahu mereka akan penasaran dengan selera Tavi. Sudut pandangnya jadi lebih menarik lagi karena dia umur 13 tahun,” komentar Kristina O’Neill, editor eksekutif Harper’s Bazaar.
Harper’s Bazaar pun menyanjung Tavi dalam kata-kata perkenalan mereka untuk kolom itu: “Usianya memang baru 13 tahun, tapi Tavi Gevinson sudah berhasil menyegarkan dunia fashion.”

Usia muda memang daya tarik terkuat Tavi Gevinson. Siapa sih yang tak gemas melihat anak ‘muda dan berbahaya’ seperti dia?

Tavi sendiri tak menyangka hobinya berbuah manis. Siswa kelas 2 SMP itu kini sering diundang ke acara fashion dunia, seperti New York’s Fashion Week. Dia menjadi tamu termungil yang duduk di baris terdepan.
Tavi mulai gaul dengan para de-sainer top seperti Marc Jacobs, Yohji Yamamoto, dan Alexander Wang. Juga seleb seperti Gwen Stefani serta Chloe Sevigny. Dia juga dijadikan semacam penasihat oleh Target, sebuah merek busana terkenal. Bahkan, Tavi mulai memproduksi T-shirt sendiri. (
Source: Tabloid Nyata)

Jadikanlah cerita diatas sebagai bahan motivasi anda untuk sukses dalam bisnis online Internet Marketing. dan silakan anda lakukan research per post di blog dia, bagaimna dia menggunakan kata-kata dalam bahasa sehari hari dalam blog dia. No Plagiate, No Copy Paste.

Kunjungi Blog Tavy Gevinson silakan klik disini (devyonline.blogspot.com)

Billy Budiman:Analis Saham Berusia 17 tahun

Sengaja saya repost tulisan ini, karena salah satu yang membuat blog ini mudah dikenal di om Google adalah tulisan tentang Billy Budiman, analis saham dan trader saham yang tengah naik daun. Kita akan mengenal bagaimana ia mulai belajar trading saham. Berikut ini profilnya:

Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Billy Budiman kini sudah menjadi fenomenal di kalangan investor saham. Dengan modal dari ayah, siswa kelas III SMA Santa Ursula di Serpong itu sukses meraup keuntungan sekitar 2.000%, setelah sempat merugi sekitar 93% saat memulai berinvestasi di pasar modal.
Kendati Billy harus mengubur cita-citanya menjadi pemain sepakbola, penggemar Francesco Totti dari AS Roma itu tak menyangka bisa menjadi seorang analis teknikal sekaligus investor seperti saat ini. Billy bahkan menjadi idola bagi sebagian besar investor domestik. Sebab, rekomendasinya dianggap ajaib. Sebagai contoh, rata-rata dari 10 saham, tujuh saham harganya menguat dalam waktu kurang satu minggu. Beberapa waktu lalu, dia memberi sinyal potensi kenaikan harga saham INDY, MEDC, BLTA, KLBF, INDF, UNTR, ITMG, dan UNVR, serta LSIP. Hasilnya, harga kesepuluh saham tersebut terbukti menguat, bahkan melampaui lonjakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia atau BEI.
Selama ini, Billy cukup berkomunikasi melalui blog dan Facebook-nya. Setiap hari, sekitar 10 ribu orang mengunjungi blog-nya. Dari empat ribu temannya di Facebook, lebih dari tiga ribu merupakan pelaku pasar. Billy bahkan pernah dianggap sebagai bagian dari jaringan ‘bandar saham’, meskipun dia secara tegas membantah tudingan tersebut.
Karena begitu hebatnya hasil analisnya dan dikagumi ribuan orang, mulai 3 Agustus 2009, Billy akan menulis setiap Senin mengenai analisis teknikal tiga saham di Investor Daily. Lalu, siapa sebenarnya anak remaja itu dan bagaimana kisah suksesnya?
Billy lahir di Lampung pada 8 Juni 1992. Ayah Billy, Budiman Candra (43), pernah bekerja di PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Awalnya, sekitar tahun 2002, saat Billy masih duduk di kelas V Sekolah Dasar (SD) di Serpong, ayahnya mendapat jatah ratusan lot saham INDF dari program employee stock option plan (ESOP).
Namun, karena kesibukan ayahnya, Billy diminta mulai mencermati pergerakan saham INDF di layar televisi. Dia pun mengaku merasa bingung seiring naik turunnya harga saham INDF, yang ketika itu masih berada di level Rp 800-an per unit. Lalu, kebingungan Billy menimbulkan sejumlah pertanyaan. Lama kelamaan, dia mulai memahaminya, setelah mendapat penjelasan dari ayah. “Pada waktu itu, ayah bilang, kalau untung bisa membeli permainan saya. Jadinya, saya senang sekali,” kata dia kepada Investor Daily di Summarecon Mall Serpong, awal pekan ini.
Saat usia baru 10 tahun, Billy mulai tertarik saham. Kebetulan, pamannya berkerja di salah satu perusahaan sekuritas. Setelah belajar selama dua bulan, dia akhirnya ingin mencoba untuk masuk pasar, kendati niat itu terasa aneh bagi anak seusianya. Namun, usianya yang masih belia tidak menjadi hambatan.

Belajar dari Kesalahan

Dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) salah seorang anggota keluarga, Billy membuka rekening di perusahaan efek itu. Modal awal diperoleh dari ayahnya. Ketika itu, Billy hanya mengandalkan feeling. Alhasil, meskipun pasar saham sedang bullish, Billy malah merugi 93% selama dua tahun (2002-2004).
“Saya sempat kapok, tapi kok ayah saya biasa-biasa saja. Lalu, dia (ayah) bilang supaya saya tetap tenang. Jadikan itu sebagai pengalaman supaya kesalahan bisa menjadi sukses di kemudian hari,” ujar dia menirukan pesan ayahnya.
Sikap dan dukungan dari ayahnya itu membuat Billy sadar. Berinvestasi di pasar saham tidak boleh mengandalkan feeling. Sejak saat itu, Billy bertekad belajar. Lalu, dia meminta saran pamannya dan mulai belajar analisa fundamental dan teknikal. “Saat belajar fundamental, wah saya pusing melihat angka sekian banyak, nggak deh. Lalu, melihat teknikal, kayanya lebih menarik lagi,” tandas Billy sambil mengenang pengalamannya ketika masih duduk di kelas VI SD.
Meski usianya masih belia, Billy ‘The Kid’ mulai membeli sejumlah buku tentang analisis teknikal. Sejak itu, dia rela menghabiskan waktu untuk belajar teknikal saham dan langsung mempraktikkannya. Hasilnya, Billy mulai memetik keuntungan.
Dalam setahun (2005), saat pasar saham tidak begitu bullish, Billy justru membuktikan bahwa dia mampu menutupi kerugian selama ini. Seiring perjalanan waktu, dia semakin powerfull. Puncaknya, pada 2007 nilai portofolio siswa SMA ini terus melejit. Bahkan, dia berani bermain option di Amerika Serikat (AS).

Ciptakan Analisis Baru

Billy mendapat ujian berat tahun 2008, saat krisis finansial melanda bursa saham dunia, termasuk di BEI. Namun, sekali lagi, dia membuktikan bahwa seorang teknikalis sejati. Dengan menciptakan formula baru bernama weighted technical analysis (WTA), dia selamat dari anjloknya IHSG sekitar Oktober 2008.
Ketika itu, dia memprediksi IHSG menuju strong bearish, bila dihitung melalui metode WTA. Analisis teknikal tersebut tidak hanya memperhitungkan faktor moving average convergence divergence (MACD), relative strength index (RSI), William %R, dan stochastik oscilator, WTA tersebut juga memasukkan indikator kunci lainnya. Dengan begitu, WTA berbeda dengan analisis teknikal lainnya dan memiliki akurasi maksimal 70%.
“Ketika indeks mencapai 2.500 pada Juni 2008, semua analis memprediksi indeks berpotensi menyentuh level 3.200. Tapi, saya melihat, hampir seluruh ndikator, terutama MACD menunjukkan strong bearish dan tinggal menunggu berita negatif. Lalu, saya memutuskan untuk keluar dari pasar,” jelas dia penuh semangat.
Keputusan Billy yang sempat ditentang ternyata terbukti. Bangkrutnya Lehman Brothers yang memicu kejatuhnya indeks saham turut mengakibatkan sebagian besar investor terpaksa ‘gigit jari’. Indeks di BEI terkoreksi sangat dalam hingga level 1.000-an. Namun, ketika muncul kabar indeks bisa menuju level 850, Billy tidak mempercayai, karena indeks bakal rebound lagi.
“Saya masuk pasar lagi, ketika indeks pada level 1.100-an. Meski keesokan harinya melemah ke 1.089, saya yakin, saya masuk di saat tepat. Dan, sejarah membuktikan, level 1.100-an merupakan titik yang sudah menyenuh level terendah (bottom),” ungkap dia.
Tidak seperti kebanyakan investor pada umumnya, Billy sangat anti dengan margin trading, karena tidak rela keuntungannya tergerus akibat kalah margin. Dia banyak mengoleksi saham-saham blue chips. Dengan memanfaatkan KTP ibunya, Elis (42), dan surat kuasa, Billy memiliki rekening di sejumlah broker asing dan lokal ternama.
Billy juga begitu lihai mengelola kerugian dan potensi gain. Sebagai contoh, untuk saham-saham blue chips, dia membatasi cut loss sekitar 5% dari harga beli. “Kalau harga saham sudah terkoreksi 5%, sebagian dana harus keluar. Bila sudah mencapai 8%, semuanya dilepas. Soalnya, jika harga saham sudah anjlok 10%, investor maunya di-hold dan kemungkinan bisa turun terus sangat besar,” kata dia.
Lain halnya dengan saham-saham lapis kedua dan ketiga. Billy bersedia menjual, bila harga sahamnya turun 3% dari perkiraan harga tertingginya. “Jangan serakah juga. Kita tidak bisa membeli pada harga yang benar-benar di bawah atau jual di harga atas. Bandar saja tidak bisa,” ucap dia sambil tersenyum.
Ketika ditanya berapa nilai keuntungan selama ini, dia enggan menyebutkannya. Namun, dengan menikmati gain yang begitu besar, Billy ditaksir memiliki dana kelolaan yang cukup signifikan.
Lalu, bagaimana Billy mengeksekusi saham-sahamnya saat berada sekolah? Billy mengakui, dia mempunyai seorang pialang di salah satu sekuritas yang telah dilatih selama tiga tahun. Untuk sesi pertama perdagangan saham di BEI, pialang tersebut sangat berperan, tentunya setelah berkoordinasi dengan Billy. Setelah pulang sekolah pukul 13.30 WIB, saat sesi kedua perdagangan dibuka, dia langsung mengambil alih perdagangan.
Mengingat akurasi tinggi atas hasil analis teknikalnya, Billy juga menyelenggarakan workshop bagi para investor. Karena kesibukannya, Billy tidak mendapat juara di kelas. Tapi, dia tidak berkecil hati. “Kalau pelajaran ekonomi, saya malah diminta guru maju ke depan dan disuruh menjelaskannya ke teman-teman,” kata remaja yang bercita-cita menjadi manajer investasi itu.
Begitu lulus SMA, Billy bertekad melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan pasar modal. Ini dia blognya: http://www.supertechnicalanalysis.blogspot.com/

10 rahasia Sukses orang Jepang

Apa sajakah sikap-sikap orang Jepang yang bisa kita contoh biar bisa sukses kayak bangsa mereka ??
Berikut adalah 10 rahasia Sukses orang Jepang :

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia (http://www.dinomarket.com/).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...